JavaScript is not enabled, please check your browser settings.

abangdesa

gambar Kiat Mendapatkan Pembiayaan Usaha

Kiat Mendapatkan Pembiayaan Usaha

Admin W | 21 Maret 2018

Dalam dunia usaha modal adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan usaha. Untuk anda yang cukup mempunyai sumber modal sendiri tentu hal ini bukan masalah. Namun masih banyak pelaku usaha yang belum mampu mencukupi kebutuhan modal dalam menjalankan dan mengembangkan usaha sehingga mereka harus berhubungan atau bekerja sama dengan pihak lain (eksternal).

Namun sering sekali kita mendengar keluhan dari pengusaha khususnya pelaku usaha mikro, dimana mereka merasa relatif sulit dalam mendapatkan akses permodalan dari bank, jika pun bisa kesan "ribet" dalam proses pengajuan sering mereka rasakan, bahkan tak jarang mereka harus menerima kenyataan pahit berupa penolakan atas pengajuan kreditnya;

Nah, Berikut ini beberapa hal penting yang harus anda dipersiapkan dan ketahui agar pengajuan pembiayaan usaha anda bisa mulus dan disetujui oleh pihak pendana.

syarat-syarat administrasi umum yang harus dipenuhi ketika hendak mengajukan pembiayaan usaha seperti KTP, Kartu Keluarga, dokumen perizinan yang ada (untuk kredit mikro biasanya minimal surat keterangan usaha dari desa/ kelurahan), NPWP (biasa dipersyaratkan untuk pinjaman diatas Rp. 50 Juta)

Sebelum mengajukan pinjaman anda harus sudah merencanakan dengan matang akan digunakan untuk apa dana hasil pinjaman, biasanya bank hanya akan menyetujui pinjaman yang benar-benar digunakan untuk keperluan penambahan modal usaha misalnya penambahan stock barang atau investasi yang masih berkaitan dengan usaha.

Buat daftar keperluan modal atau investasi yang anda butuhkan, yakinkan pihak bank bahwa apa yang anda akan lakukan dengan dana hasil pinjaman benar-benar akan mendukung perkembangan usaha anda. jika pihak bank mengetahui penggunaan dana hasil pinjaman bukan untuk keperluan pengembangan usaha (side streaming) kemungkinan besar pinjaman anda akan ditolak.

Yang paling tahu tentang berapa besar kemampuan membayar angsuran setiap bulannya adalah diri kita sendiri, bank sangat memerlukan kejujuran dan keterbukaan kita sebagai dasar rekomendasi untuk persetujuan pembiayaan yang diajukan.

Untuk menentukan kemampuan bayar bank akan meminta informasi terkait jumlah pendapatan usaha, sumber pendapatan lain diluar usaha, jumlah pengeluaran, biaya operasional, gaji karyawan, pengeluaran rumah tangga, beban angsuran di tempat lain dan lainnya.

kendala paling umum usaha mikro adalah minimnya catatan dan dokumntasi aktivitas usaha, ada baiknya anda mulai melakukan pencatatan-pencatan sederhana, seperti keluar masuk kas, jumlah pembelian persediaan barang, jumlah barang terjual, harga jual dan harga beli.

Tidak semua produk pembiayaan bank mensyaratkan jaminan/ agunan namun jika pun ada produk yang tanpa Agunan tentu sangat terbatas bahkan biasanya dikenakan rate/ bunga lebih tinggi.

Agunan diperlukan oleh bank sebagai jaminan bahwa debitur akan membayar kewajiban atas pembiayaan/ kredit yang diberikan, agunan juga berfungsi sebagai jalan keluar alternatif (second way out) jika nasabah gagal bayar dan atau ingkar janji (wan prestasi).

Di era digital dan keterbukaan informasi sekarang ini tidak sulit bagi bank untuk mengetahui history pinjaman anda tempat lain, data seperti apakah anda punya pinjaman di bank lain, berapa besarnya, lancar atau tidak, semua bisa diperoleh dengan Sistem Informasi Debitur (SID) atau lebih dikenal dengan istilah BI Checking yang dikelola oleh Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), oleh karena itu jika anda punya fasilitas pembiayaan di Bank maka bayarlah kewajiban/ angsuran tepat waktu, ini juga akan menjadi nilai tambah pada saat anda mengajukan pembiayaan lagi baik di bank yang sama atau bank lainnya.

Tidak semua bank punya target market yang sama, sehingga anda harus tahu betul ke bank mana pergi jika memerlukan pembiayaan, contohnya tidak semua bank melayani pembiayaan mikro/ kecil, maka jika anda pelaku usaha ukm cari lah yang benar-benar fokus ke pembiayaan ukm, karena mereka lebih paham dengan kondisi dan keterbatasan sektor ukm dalam berhubungan dengan bank. jika usaha anda berkaitan ekspor impor, maka carilah bank yang melayani nasabah dengan usaha serupa.

Bukan KKN loh ya...., jika anda mempunyai kolega yang sudah dipercaya dan sering berhubungan dengan bank, maka mintalah dia untuk mereferensikan anda, biasa ini akan menjadi nilai tambah jika kolega anda bisa memberikan input informasi positif tentang anda dan usaha anda.

  1. Perhatikan Syarat Administratif
  2. Tentukan tujuan dan jumlah kebutuhan
  3. Ukur kemampuan bayar
  4. Mulailah mencatat dan menyimpan
  5. Nilai Agunan
  6. Jaga nama baik
  7. Kenali bank yang anda tuju
  8. Referensi orang dipercaya

 

Dari semua hal diatas dasar dari keputusan bank dalam menyetujui sebuah permohonan kredit/ pembiayaan adalah dapat dipercaya, karena bank juga mempunyai tanggung jawab atas uang yang disalurkan kepada anda yang sebagian besar adalah dana masyarakat yang dihimpun melalui tabungan dan deposito. jadi pastikan anda mampu meyakinkan pihak bank bahwa anda benar-benar bisa dipercaya baik dari sisi administrasi, agunan, kemampuan bayar, integritas, dan lainnya.

 

Beruntung kita memasuki era digital, sehingga sekarang terdapat banyak sekali alternatif lembaga yang melayani pembiayaan usaha salah satunya adalah Fintech. Apabila anda merasa diberatkan dengan proses penyaringan bank anda dapat memilih fintech peer to peer (p2p) lending sebagai alternatif pilihan anda untuk pengajuan pendanaan.

Artikel Terbaru

gambar Teknologi Keuangan untuk Membangun Desa dan Perbatasan di Kalimantan Barat Teknologi Keuangan untuk Membangun Desa dan Perbatasan di Kalimantan Barat

gambar Cerita dari Sebubus, Desa Penghasil Buah Naga di Perbatasan Indonesia Cerita dari Sebubus, Desa Penghasil Buah Naga di Perbatasan Indonesia